Admin Admin KHASFIYA.COM

Koleksi Mantan : Pola Pikir Bebal yang Dibanggakan

1 min read

koleksi mantan

Pernah nggak punya pengalaman yang buruk?

Pasti pernah. Namanya aja manusia. 

Hidup kan penuh dengan lika-liku, susah senang, bahagia menderita, dan tentunya masa lalu dan masa depan. 

Ketika kamu mengingat masa lalu yang buruk, kadang kamu akan merasa terganggu. Kalau nggak gitu kamu merasa bodoh atau malu dengan diri sendiri. 

Tapi, kamu juga harus tahu, jika banyak manusia di luar sana yang bangga dengan masa buruk mereka dan dengan pede memamerkannya. Kok Bisa?

Pacar dan Gebetan, Bedanya Apa?

Apa sih bedanya pacar dan gebetan? Sehingga tercipta istilah ‘mantan pacar’ dan ‘mantan ‘gebetan’.

Ternyata, kedua istilah ini beda arti. Pacar artinya sepasang kekasih yang menjalin hubungan pra-nikah dan sudah memproklamasikan diri. Sehingga, mereka sudah benar-benar menciptakan hubungan eksklusif, terikat peraturan tak tertulis, dan tak diperbolehkan menjalin pendekatan dengan yang lainnya.

Sehingga, dalam konteks pacaran tercipta istilah ‘selingkuh’. Istilah selingkuh sebenarnya juga agak absurd. Sebab suami istri yang sah pun memakai istilah ‘selingkuh’. 

Maka dari itu, saya lebih suka menaminya, ‘super-selingkuh’. Seper-selingkuh = belum nikah aja sudah selingkuh. Wkwkw….

Berbeda dengan pacar, gebetan itu lebih condong hubungan lawan jenis yang belum sampai menjalin ikatan. Namun sudah saling mengenal, pendekatan, interaksi, dan mungkin saling memahami (ya mungkin pengertian kamu beda. Kometar ajah…)

Pada konteks perilaku, gerak, dan prosesnya, gebetan tampaknya juga sama kayak pacaran. Hanya saja belum siap untuk saling berkomitmen untuk gini dan gitu.

Jadi, gebetan itu pra-pacaran.

Udah, Dua-duanya Buruk

Jadi entah mantan gebetan maupun mantan pacar, dua-duanya adalah masa lalu yang tidak perlu diumbar. Katanya manusia itu harus memperbaiki diri, tapi kenapa kok pake koleksi dan pamer mantan segala.

Dalam konteks agama, pacaran sudah kontroversi hukumnya. Lha kog ada anak yang pede memamerkan mantannya. Hal ini kan sama aja memproklamasikan kehinaan dia sendiri.

Kalau cewek ngaku punya mantan 10, 20, hingga 75.000 sekalipun, nggak bakal deh cowok akan menghargai hal itu sebagai prestasi. Namun pikiran cowok malah condong ke perasaan gini, “Mantannya aja sebanyak itu, jangan-jangan udah diapa-apain dia sama mantan-mantannya. Ih, jijik…”

Mantan itu Dipendam bukan Dikoleksi dan Dipamerkan

Mengoleksi mantan adalah tindakan yang aneh menurut saya. Seolah-oleh, hubungan pra-nikah lawan jenis adalah sebuah hal yang biasa aja. Nampak seperti hobi aja.

“Hobi kamu apa?”

“Yah, hanya koleksi mantan…”

Kan nggak enak kalau ada kek gitu. Seolah-oleh, pacaran atau mencari pacar adalah satu hal yang memang dibuat mainan. Memang hanya untuk menambah pengalaman dan meningkatkan skill.

Pengalaman berwisata tubuh dengan lawan jenis dan skill dalam menggombal serta menjadikan lawan jenis jadi klepek-klepek.

Apakah skill ini patut dibanggakan? Tentu tidak dong. Masa lalu buruk lagi suram kok dipamerkan.

Padahal, Allah itu sudah baik banget menutupi buuaaayak kesalahan kamu. Eh kamu sendiri malah o’on memproklamasikan dan mempropagandakan kehinaan dan masa lalumu yang suram. Otak itu lo apa nggak diletakkan pada tempat yang semestinya?

Jadi… Tutupi Aja

Bahkan kalau udah nikah sekalipun, beberapa ustadz menyarankan untuk tidak membahas hal-hal yang berbau “Mantan, masa lalu buruk, kehinaan diri, dan sejenisnya.”

Karena akan jauh lebih baik jika kamu menutupi itu semua dan fokus menciptakan masa depan yang lebih cerah. Ya nggak?

Selagi Allah masih menutupi masa lalu suram dan kebodohanmu di hari lampau, lebih baik fokus perbaiki diri untuk menyambut masa depan yang baik. Jadi, jangan umbar mantanmu…

Orang nggak membutuhkan informasi jumlah, nama, atau tentang mantanmu. Kalau mereka nggak peduli, mereka mungkin akan menyebarkannya ke orang lain. 

Admin Admin KHASFIYA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *