Admin Admin KHASFIYA.COM

Mengenal Self Healing, Aku Kuat Karena Aku

2 min read

Seberapa kenal kalian sama self healing ini gais? Atau bahkan baru pertama kali denger kalimat ini?

Nah, di artikel ini aku mau bahas tentang apa itu self healing dan seberapa besar pengaruhnya ke kita. Yups, langsung aja check this out!

Tak kenal maka tak tahu

Pernah nggak sih kalian berada di kondisi yang benar-benar terpuruk, udah ngerasa jatuh banget, tertekan, hancur, semacam menggores luka batin gitu? Of course, semua itu disebabkan oleh stress dalam diri yang timbul dari permasalahan yang dihadapi atau bisa juga mengarah kepada istilah depresi. Dan pernah nggak kalian ada di titik, enggak ada orang yang bisa nolong kalian kecuali diri sendiri, rasanya tuh semua orang nggak ada yang bisa bantu nyelesain masalah kita? Kalau iya, maka itulah yang dimaksud dengan self healing.

Definisi dari self healing sendiri lebih ke penyembuhan mental seorang individu. Beban masalah yang diperlukan seseorang agar bisa dikatakan memerlukan self healing ini sangat relative. Tentu saja tiap orang memiliki kapasitas kemampuan mengelola masalah yang berbeda. Ada orang yang punya masalah bertubi-tubi tapi nampak kuat menghadapi problematikanya. Lain lagi, ada orang yang menurut penglihatan kita masalahnya itu nggak terlalu complicated padahal sebenarnya dia butuh self healing tersebut.

Bersumber pada beberapa literatur, Self healing merupakan sebuah metode penyembuhan luka batin yang hanya melibatkan diri sendiri. Yaps, kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan itu berasal dari diri sendiri. Gimana caranya? Setiap orang memiliki caranya sendiri dan tentu saja yang paham itu ya kamu sendiri! Mau itu berupa meditasi, menyendiri dari keramaian atau bahkan berteriak keras di tempat yang tinggi, ya terserah! Toh yang menyelesaikan masalah itu diri sendiri kan? Tidak ada bentuk paten bagaimana seseorang menyembuhkan luka batinnya, entah dari masa sekarang atau dari masa lalunya.

Who are you?

Sudah kenal sama diri sendiri belum guys? That’s why kenal diri sendiri itu penting yaa.. kenapa? gimana mau nyembuhin luka batin kalau dasarnya aja nggak tau seperti apa dirimu. Its awkward!

Jadi, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mulai kenalan sama diri sendiri dulu yaa. Bahasa kerennya pdkt lah wkwkw.. Kamu nggak akan pernah bisa sembuhin luka batin kalau masih merasa terasing dengan diri sendiri. Yang ada malah lukamu nggak bakal kunjung sembuh dan makin berkecamuk kayak nabuh genderang perang.

Hayo loo.. pasti nggak mau kan? Xixi

Next, setelah selesai pdkt sama diri sendiri apa yang harus dilakuin?  Tenang guys penulis punya rekomendasi beberapa aktivitas/kegiatan yang mungkin bisa membantu kalian:v

Me Time !

Ini cukup ampuh membantu membangkitkan semangat kalian melawan keterpurukan yang dihadapi. Karena terkadang beberapa permasalahan yang menyangkut mental itu menguras emosi banget. Nah, konsep Me Time ini pada intinya seperti memberikan perhatian lebih pada diri sendiri. Bisa jadi dengan mengerjakan sesuatu yang menjadi kesukaan kita dapat mengistirahatkan sejenak kacaunya pikiran.

Mana bisa nyelesaikan masalah kalau cuma Me Time doang? Me Time itu juga jangan keterusan gais. Coba deh kalian pikir, kalau keenakan Me Time terus kapan selesainya masalah hayo? Solusinya yaitu niatkan untuk memberi sedikit ruang agar logika dan perasaan tetap bisa sinkron ya. Secukupnya saja. Bukan malah memaksakan dan akhirnya tambah semrawut wkwkw..

Oiya bagi yang sedang menghemat pengeluaran finansial, jangan risau! Me Time-nya simple aja, misalnya baca ulang daftar buku kesukaan atau bisa pinjam dari kerabat, melakukan aktivitas non budget kayak bersepeda, berkebun, olahraga dan lain sebagainya yang sekiranya nggak menghabiskan anggaran. Kalau penulis mah gampang tinggal disodorin es abang langganan doang cukup bikin otak sama hatinya bisa ngadem hehe.

Mulai berdamai

Sakit hati atas kenangan masa lalu diakui memerlukan waktu yang cenderung tidak singkat untuk dilupakan dengan mudah. Perlu rentang waktu yang cukup lama agar diri mau berdamai dengan keadaan. Hal yang perlu kita lakukan adalah mencoba menerima situasi sekarang karena mengenangnya terus menerus tidak akan merubah apapun. Menerima keadaan dapat diartikan pula upaya memaafkan semua yang berhubungan dengan perkara tersebut. Ayo mulai bicara pada diri, katakan bahwa lebih baik kita segera mengubah mindset dan menjadikan masalah itu sebagai pelajaran kedepannya. Inget tuh!

Nulis Aja

Last but not least, menulis! Kegiatan ini bisa banget kita lakuin kapanpun dimanapun. Kalau jaman dulu sohor banget apa-apa nulis di diary book wkwkw. Nah, sekarang menulis lebih beragam media yang digunakan. Menulis dalam metode self healing berfungsi sebagai perantara mengekspresikan segala hal yang dirasakan selama ini. Kita bebas meluapkan emosi dengan menulis apapun. Tulis aja terus sampai capek. Siapa tau emosi yang kita kuras dapat terkontrol dengan baik, hingga kita mampu mencapai tahap self compassion, apa tuh? Self compassion merupakan kemampuan memahami emosi diri dan respon balik dari oranglain. Udahlah kebanyakan teori malah jadi bingung. Cepetan nulis, biar cepet plong.

Saya manusia, sekian.

Loh jangan-jangan penulis juga lagi tekanan batin nih? Enggak guys, penulis nggak tekanan batin kok, cuma terintimidasi doang. Canda wkwkw

Admin Admin KHASFIYA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *