Admin Admin KHASFIYA.COM

Mengenal Bayi Tabung dan Tindakan Medis yang Dilakukan

1 min read

bayi tabung

Tindakan medis bayi tabung bisa menjadi solusi bagi Anda yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati. Terlebih bagi pasangan suami istri yang mengalami gangguan kesuburan.

Saat ini di Indonesia ada banyak rumah sakit dan dokter spesialis yang kompeten dalam menangani program bayi tabung. Namun perlu diingat bahwa program ini hanyalah sebuah usaha sehingga masih ada risiko kegagalan.

Jika Anda berminat untuk mengikuti program bayi tabung, ada baiknya mengetahui tindakan medis yang harus dilakukan dan dan berbagai hal mengenai bayi tabung. Informasi tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Apa Itu Bayi Tabung?

Bayi tabung atau dikenal juga dengan sebutan In vitro fertilization (IVF) dalam istilah medis adalah salah satu model reproduksi. Namun cara ini mengutamakan proses pembuahan yang terjadi di luar rahim. Hal ini terjadi karena sel telur akan dikeluarkan.

Setelah sel telur yang berasal dari rahim dikeluarkan maka, akan dilangsungkan proses pembuahan dengan sperma. Nah, karena sel telur sudah dikeluarkan maka pembuahan akan terjadi di luar rahim.

Lalu, dimana pembuahan ini terjadi? Pada umumnya proses pembuahan berlangsung di dalam laboratorium. Embrio yang dihasilkan dari hasil pembuahan kemudian dimasukan lagi ke dalam rahim hingga terbentuk janin.

Tindakan Medis Apa yang Perlu Dilakukan?

Untuk menjalani program bayi tabung, ada beberapa langkah dalam tindakan medis yang harus dilakukan. Rangkaian tindakan medis ini dilakukan oleh beberapa dokter spesialis. Berikut tahapannya:

1. Analisis Sperma dan Sel Telur

Tindakan medis pertama yang perlu dilakukan dalam program bayi tabung yaitu menganalisis sperma dan sel telur. Hal ini sangat penting dan tidak boleh dilewatkan untuk memastikan bahwa keduanya memiliki kondisi yang baik.

Keberhasilan program bayi tabung sangat ditentukan oleh kondisi sperma dan sel telur. Selain melakukan analisis, dokter juga akan mencari upaya agar keduanya tetap dalam kondisi baik hingga proses bayi tabung dimulai.

2. Simulasi Pembuahan

Setelah sperma dan sel telur dipastikan dalam kondisi baik maka langkah selanjutnya yaitu melakukan simulasi pembuahan. Simulasi ini diawali dengan memprediksi ukuran dan kedalaman rahim.

Selain itu, tim medis juga akan menganalisis cara untuk meletakkan embrio. Cara ini harus disesuaikan dengan kondisi Rahim.

3. Pengambilan Sel Telur

Jika sel telur yang ada di dalam rahim sudah cukup matang, maka bisa dikeluarkan untuk proses pembuahan. Proses ini akan berlangsung dengan pengaruh bius supaya pasien tidak merasakan sakit.

Proses pengambilan sel telur ini berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit. Pada umumnya, pasien akan mengalami efek perdarahan dan kram di perut setelah proses ini selesai.

4. Pembuahan

Setelah sel telur berhasil diambil, maka akan segera dibuahi dengan sperma. Pembuahan akan dilakukan di dalam laboratorium, kemudian dibiarkan selama 6 hari.

5. Transfer Embrio

Jika proses pembuahan menunjukan hasil yang baik, embrio yang didapatkan dari pembuahan akan ditransfer ke dalam rahim. Proses transfer embrio ini dilakukan menggunakan kateter yang dipasang ke vagina.

Pada umumnya jumlah embrio yang dimasukkan hanya satu. Namun dalam kondisi tertentu jumlah embrio yang dimasukan bisa lebih banyak.  Misalnya pada perempuan yang berusia diatas 40 tahun dan kualitas embrio tidak baik.

Demikian informasi mengenai program bayi tabung dan apa saja tindakan medis yang diperlukan. Jika tertarik dengan metode ini, sebaiknya diskusikan dengan pasangan dan jangan sampai ada paksaan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Admin Admin KHASFIYA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *